Konsep Mikroprogramming

07.46
Proses merancang dan menerapkan logika Kontrol komputer dengan mengidentifikasi operasi dasar yang diperlukan untuk melaksanakan setiap mesin bahasa instruksi dan mewakili operasi ini sebagai urutan petunjuk dalam memori khusus yang disebut kontrol toko. Metode ini adalah sebuah alternatif untuk keras kabel sinyal kontrol yang diperlukan untuk melaksanakan setiap instruksi bahasa mesin. Teknik meliputi bit kemudi, pemadatan, sisa control, tunggal-tingkat pengkodean, dua tingkat pengkodean.

1. Struktur Register Mikroprosessor
Fungsi register digunakan untuk menyimpan data, alamat, kode instruksi dan bit status berbagai operasi mikroprosesor. Prinsip dari register – register pada berbagai mikroprosesor adalah sama, namun memiliki perbedaan dalam struktur registernya.

1.1  Code Segment
Dalam komputasi, sebuah segmen kode, juga dikenal sebagai segmen teks atau hanya sebagai teks, adalah bagian dari sebuah file objek atau sesuai bagian dari ruang alamat virtual program yang berisi instruksi dieksekusi. Istilah "segmen" berasal dari segmen memori, yang merupakan pendekatan historis untuk manajemen memori yang telah digantikan oleh paging. Ketika program disimpan dalam file objek, segmen kode adalah bagian dari file ini; ketika loader menempatkan program ke dalam memori sehingga dapat dieksekusi, berbagai daerah memori dialokasikan (khususnya, sebagai halaman), sesuai dengan kedua segmen dalam file objek dan segmen hanya diperlukan pada waktu berjalan. Misalnya, segmen kode dari file objek dimuat ke segmen kode yang sesuai di memori.

1.2  Data Segment
Dalam komputasi, segmen data (sering dilambangkan DATA) adalah bagian dari sebuah file objek atau ruang alamat yang sesuai virtual program yang berisi variabel statis diinisialisasi, yaitu, variabel global dan variabel lokal statis. Ukuran segmen ini ditentukan oleh ukuran nilai dalam kode sumber program, dan tidak berubah pada saat dijalankan.

1.3  Stack Segment
Daerah tumpukan berisi program tumpukan, struktur LIFO, biasanya terletak di bagian yang lebih tinggi dari memori. A "stack pointer" daftar trek atas tumpukan; itu disesuaikan setiap kali nilai yang "mendorong" ke stack. Set nilai mendorong untuk satu fungsi panggilan yang disebut sebagai "tumpukan frame". Sebuah stack frame terdiri minimal dari alamat pengirim. variabel otomatis juga dialokasikan pada stack.

1.4  Extra Segment
Merupakan register segment tambahan yang digunakan pada operasi-operasi string. extra segment sebagaimana halnya data segment juga dipergunakan sebagai penempatan data-data.

1.5  Flag Register
The FLAGS Register adalah status register di mikroprosesor Intel x86 yang berisi keadaan saat prosesor. daftar ini adalah 16 bit lebar. penerus, yang EFLAGS dan RFLAGS register, lebar, masing-masing 32 bit dan 64 bit. Register yang lebih luas mempertahankan kompatibilitas dengan pendahulu mereka yang lebih kecil.

2. Mode Pengalamatan (Addressing Mode)
Pengalamatan data (addressing mode) adalah perpindahan data dari lokasi asal ke lokasi tujuan. Lokasi asal berupa register, lokasi memori atau data mentah (kode hexadesimal / bilangan). Lokasi tujuan berupa register atau lokasi memori. Perintahnya memakai MOV.

2.1 Mode Data-Addressing
Mode pengalamatan merupakan metode penentuan alamat operand pada instruksi. Operand instruksi diletakan pada memori utama dan register CPU. Tujuan yang mempengaruhi arsitektur komputer ketika memilih mode pengalamatan:
·         Mengurangi panjang instruksi dengan mempunyai medan yang pendek untuk alamat.
·         Menyediakan bantuan yang tangguh kepada pemrogram untuk penanganan data kompleks seperti pengindeksan sebuah array, control loop, relokasi program dan sebagainya.

2.1.1 Register Addressing
Merupakan penyalinan data antar register (transfer register)
MOV reg1, reg2
Contoh:
MOV AX, BX ; isi BX disalin ke AX
MOV SI, DI ; isi DI disalin ke SI

2.1.2 Immediate Addressing
Merupakan penyalinan suatu data ke register
MOV reg, data
Contoh:
MOV AH, 02h ;02h disalin ke AH
MOV DL,’A’ ; karakter A disalin ke DL
MOV AX,’AB’ ;karakter AB disalin ke AX

2.1.3 Register Indirect Addressing
Penyalinan data secara tidak langsung dari lokasi alamat yang ditunjuk oleh BP, BX, DI atau SI ke suatu register atau sebaliknya.
MOV reg, [reg]
MOV [reg], reg
MOV [reg], [reg]
Contoh:
MOV EAX, [BX] ;isi data di lokasi memori [DSx10h+BX] ke register EAX
MOV [CX], AX ;isi data di AX disalin ke lokasi memori [DSx10h +CX}

2.1.4 Base Plus Indeks Addressing
Merupakan penyalinan data dari lokasi memori yang ditunjuk oleh BP atau BX ditambah isi index (SI atau DI) ke register tujuan atau sebaliknya.
MOV reg, [base+index]
MOV [base+index], reg
Contoh:
MOV DX, [BX+SI]
MOV [BP+DI], AX

2.1.5 Relatif Register Addressing
Merupakan penyalinan data dari lokasi memori yang ditunjuk oleh BP, BX atau SI dan DI ditambah displacement ke register tujuan atau sebaliknya.
MOV reg, [base+disp]
MOV [base+disp], reg
Contoh:
MOV AX, [BX+10h]
MOV [BX+20h], CX
MOV [BP+30h], CH
MOV [DI+50h], DL

2.1.6 Relatif Plus Indeks Addressing
Merupakan penyalinan data dari lokasi memori yang ditunjuk oleh BP atau BX ditambah isi index (SI/DI) + displacement atau sebaliknya.
MOV reg, [base+index+disp]
MOV [base+index+disp], reg
Contoh:
MOV DX, [BX+SI+10h]
MOV [BP+DI+20h], AX

2.2 Mode Memori-Addressing
Dalam komputasi, alamat memori adalah konsep data yang digunakan di berbagai tingkatan oleh perangkat lunak dan perangkat keras untuk mengakses memori penyimpanan utama komputer. alamat memori urutan panjang tetap digit konvensional ditampilkan dan dimanipulasi sebagai unsigned integer. Bahasa seperti numerik semantik sendiri pada fitur dari CPU (seperti instruksi pointer dan register alamat tambahan), serta pada penggunaan memori seperti array didukung oleh berbagai bahasa pemrograman.

2.2.1 Addressing Langsung
Teknik pengalamatan langsung dilakukan dengan memberikan nilai ke suatu register secara langsung. Untuk melaksankan teknik pengalamatan langsung digunakan tanda #. Sebagai contoh instruksi :
MOV A,#01H ;Mengisi akumulator dengan 01H
Pengalamatan data langsung dari 0 sampai 127 akan mengakses RAM internal, sedangkan pengalamatan data dari 128 sampai 255 akan mengakses register perangkat keras. Sebagai contoh instruksi
Mov A,#010H ;isi akumulatur dengan 10H
MOV P3,A ;memindahkan isi akumulator ke Port 3

2.2.2 Addressing Tidak Langsung
Teknik pengalamatan tidak langsung menunjuk ke sebuah register yang berisi lokasi alamat  memori yang akan digunakan dalam operasi. Lokasi yang sebenarnya tergantung pada isi register saat instruksi dijalankan. Untuk melaksanakan pengalamatan tidak langsung digunakan simbol @. Sebagai contoh instruksi:
MOV R0,#030H ;isi register R0 dengan 30H
Mov @R0,#0FFh ;isi alamat yang ditunjuk R0 dengan FFH

2.2.3 Addressing Relatif
Adalah pengalamatan secara relatife terhadap alamat yang ada di program counter.
Contoh : SJMP DEKAT

3. Instruksi Pemindahan Data
Operasi transfer data atau lebih tepat disebut sebagai operasi copy data pada mikroprosesor Z-80 CPU sebagian besar dijalankan menggunakan perintah LD singkatan dari LOAD. Z-80 CPU memiliki 134 perintah LOAD. Disamping itu ada 6 jenis perintah EXCHANGE yang disingkat dengan EX, EXX. Mikroprosesor Z-80 CPU juga memiliki 12 jenis perintah PUSH dan POP yang digunakan untuk transfer data dalam operasi stack.

3.1 MOV
MOV (MOVE)
Perintah untuk mengisi, meindahkan, memperbaharui isi suatu register, variabel   ataupun suatu lokasi memory
             MOV [operand1], [operand2]
             Contoh : MOV AX,TABLE
             MOV ES:[BX],AX
             MOV DS,AX
             MOV BL,AL
             MOV CL,-30
             MOV DEST,25h

3.2 PUSH
Intruksi PUSH selalu mentransfer 2 byte data ke dalam stack.Sumber datanya bias  register flag,setiap register internal 16-bit,semua register segmen,atau semua 2 bytes memori data.

3.3 POP
Instruksi POP melakukan  operasi inversi dari instruktur PUSH.POP memindahkan data dari stack dan menempatkannya ke dalam register sadaran,flag atau lokasi memori kita.

3.4 XXCHG
Untuk mempertukarkan isi source operand dengan destination operand dalam ukuran byte  atau word Dapat mempertukarkan isi 2 memori dan isi suatu register dan lokasi memori
           Isi segmen register tdk dapat dipertukarkan (dengan instruksi XCHG)
           XCHG AX,BX ;pertukaran 2 word register
           XCHG AL,BH ;pertukaran 2 byte register
           XCHG WORD_LOC,DX ;pertukaran dengan lokasi memory
           XCHG DL,BYTE_LOC ;pertukaran dengan register


3.5 XLAT
Untuk membaca/memeriksa nilai-nilai (byte) yang terdapat dalam suatu TABEL dan kemudian megkopi (load) ke dalam register AL (ukuran max TABEL=256 byte)  XLAT source_table. Sebelum eksekusi XLAT  starting address daripada tabelnya harus Di simpan (load) ke BX dan index dari byte yg dimaksud ke dalam AL XLAT cocok     untuk konversi yang membutuhkan waktu perhitungan yang lama misal konversi ASCII display code dari hexadesimal digit.
            Contoh : Urutan instruksi utk memeriksa byte ke-10 dari tabel S_TAB :
            MOV AL,10 ;load harga index AL
            MOV BX,OFFSETS_TAB ;load starting add S_TAB ke BX
            XLAT S_TAB ;ambil harga dalam tabel ke AL

3.6 IN
Mentransfer data dari suatu perangakat I/O ke dalam register AL atau AX.
            IN AL,pp         : 8-bit data from port pp are input to AL
            IN AX,pp         : 16-bit data from port pp are input to AX
            IN AL,DX        : 8-bit data from port DX are input to AL
            IN AX,DX       : 16-bit data from port DX are input to AX

3.7 OUT
Mentransfer data dari AL atau AX ke perangkat I/O.
            OUT pp,AL     : 8-bit data from AL are sent to port pp.
            OUT pp,AX     : 16-bit data from AX  are sent to port pp.
            OUT DX,AL    : 8-bit data from AL are sent to port DX
            OUT DX,AX   : 16-bit data from AX are sent to port DX

3.8 LEA
Misal DI=5
LEA BX,TABLE[DI] ;load offset address dari TABLE+5 ke BX.

3.9 LDS
Membaca 32 bit dari memori kemudian load 16 bit pertama ke register tertentu dan 16 bit  ke dua ke DSLDS register16,memory32.

3.10 LES
Mengisi ES dan operand dengan alamat 32-bit.

3.11 LAHF
Mentransfer delapan bit paling kanan register flag ke dalam register AH.

3.12 SAHF
Mentransfer register AH ke dalam delapan bit paling kanan register flag.


3.13 LODS
Intruksi LODS memasukkan AL dengan byte data dari lokasi memori yang ditangani oleh SI atau AX dengan kata data yang ditangani oleh SI.
                        LODSB                        AL=[SI],byte transfer
                        LODSW                       AX=[SI],word transfer
                        LODS BYTE    AL=[SI],if BYTE is defined as a byte
                        LODS WORD  AZ=[SI],if WORD is defined as aword

3.14 STOS
Instruksi STOS menyimpan AL atau AX pada lokasi memori yang ditangani oleh DI pada segmen tambahan.
3.15 MOVS
Instruksi MOVS menyimpan SI pada lokasi memori yang ditangani oleh DI pada segmen tambahan.

Sumber:

Proposal Installasi Jaringan & Service Solutions Di Lab Komputer Sekolah

07.51
DAFTAR ISI

COVER
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I                         PENDAHULUAN
1.1.  Latar Belakang Perusahaan
1.2.  Struktur Organisasi
1.3. Keunggulan dan Fungsi Produk / Jasa

BAB II            PROSES PRODUKSI / JASA
2.1.
2.1. Bahan
2.2. Fasilitas Peralatan
2.3. Proses Produksi ( Sistematika Kerja )
2.4. Skema Ruangan
2.5. Rencana Anggaran Biaya

BAB III          SASARAN
3.1. Sasaran Pasar Pengguna
3.2. Jadwal Pelaksanaan



KATA PENGANTAR

            Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberi rahmat dan hidayahNya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan Proposal Installasi Jaringan ini dengan baik.
            Tujuan penulisan Proposal Installasi Jaringan ini adalah sebagai bukti bahwa penulis telah mengerjakan Project jaringan Lab Sekolah SMK Swasta. Selama penulisan proposal ini penulis juga banyak menerima bimbingan, pengarahan, dan saran yang berguna bagi penulis.
            Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu penulis dari awal sampai terselesaikannya penulisan proposal ini, yaitu kepada yang terhormat :
1.      Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah sehingga penulisan proposal dapat terselesaikan dengan baik.
2.      Kedua orang tua penulis yang banyak membantu dalam hal moril dan materiil sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal ini dengan baik.
3.      Seluruh teman-teman kelas 3KB04 yang telah memberikan kritik dan saran yang membangun dalam penulisan proposal ini.
Penulis sangat berharap kritik dan saran yang bersifat membangun demi kemajuan karya tulis selanjutnya, dan semoga Proposal Installasi Jaringan ini dapat berguna dan bermanfaat bagi penulis dan pembaca.

Tangerang, 10 November 2016



Penulis


 BAB I
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG PERUSAHAAN
Dengan semakin berkembangnya Teknologi Informasi dan semakin meningkatnya kebutuhan komunikasi global, sehingga diperlukan pengetahuan tentang Teknologi Informasi itu. Komunikasi data, dalam hal ini komunikasi data online tentunya sangat dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya. Dengan adanya bantuan komunikasi global semua hal dapat dilakukan dengan sedikit ringan untuk mengakses itu semua diperlukan alat dan bahan yang memungkinkan untuk dapat membantu pekerjaan.
Jaringan komputer bukanlah sesuatu yang baru saat ini. Hampir di setiap perusahaan terdapat jaringan komputer untuk memperlancar arus informasi di dalam perusahaan tersebut. Internet yang mulai populer saat ini adalah suatu jaringan komputer raksasa yang merupakan jaringan komputer yang terhubung dan dapat saling berinteraksi. Hal ini dapat terjadi karena adanya perkembangan teknologi jaringan yang sangat pesat, sehingga dalam beberapa tahun saja jumlah pengguna jaringan komputer yang tergabung dalam Internet berlipat ganda.
Melihat hal tersebut, maka kami sebagai generasi penerus bangsa membuat suatu project yang dapat mempermudah aktivitas pekerjaan di instansi atau perusahaan dengan melaksanakan pembuatan jaringan lan agar seluruh komputer yang ada saling terhubung satu sama lain.
            PT. KBR BROWN & ROOT NET adalah perusahaan yang bergerak di bidang Services and Sollution & Networking yang meliputi Bidang Kerja : Installasi Jaringan Komputer untuk Lab Sekolah, Perusahaan Besar, Small Office, Kampus, Warnet, Laboratorium, Hotel. PT. KBR BROWN & ROOT NET menjalankan Nota Kesepahaman atau MoU dengan Cisco System Inc.
Cisco System merupakan salah satu produk untuk Teknologi Informasi nomor satu didunia, terutama untuk sytem perangkat keras jaringan serta telekomunikasinya.


1.2  Struktur Organisasi


1.3       KEUNGGULAN DAN FUNGSI PRODUK / JASA
Pemasangan dan konfigurasi Jaringan LAN merupakan salah satu produk yang dibuat untuk mempermudah kegiatan yang berhubungan dengan jaringan, seperti:
a)      Sharing Data
    Sharing Data adalah satu komputer dengan komputer lainnya dapat berbagi data tanpa harus menggunakan media flasdisk atau media penyimpan lainnya.
b)      Sharing Internet
    Sharing Internet adalah jika satu komputer yang telah terhubung ke internet dapat membagi koneksi internetnya ke komputer lainnya yang belum terhubung ke internet.
c)      Sharing Printer
     Sharing Printer adalah jika satu komputer yang telah terhubung ke printer dan ada komputer lainnya yang belum terhubung maka komputer yang telah terhubung ke printer dapat membagi (share) printer nya sehingga komputer yang lain dapat menggunakan printer tersebut.


1.2              KEUNGGULAN PRODUK
Pemasangan dan konfigurasi jaringan LAN menjadi sarana teknologi yang penting bagi perusahaan-perusahaan atau instansi yang menggunakan media computer sebagai alat untuk bekerja. Hal ini dikarenakan banyaknya manfaat yang ditimbulkan dari adanya pemasangan dan konfigurasi jaringan LAN, seperti : sharing data, sharing internet, sharing printer dan lain-lain.
Berikut adalah keunggulan dari Instalasi Jaringan LAN:
1.    Keunggulan dari Installasi Jaringan LAN adalah, membuat semua computer yang ada dalam satu ruangan bisa saling terhubung dan saling sharing internet.
2.   Keunggulan yang lainnya dalam installasi Jaringan LAN kita tidak perlu lagi menggunakan usb untuk saling menukar data yang diperlukan, dan kita juga tidak perlu lagi berjalan untuk me-ngeprint karena semuanya telah terhubung satu sama lain.


1.2              FUNGSI PRODUK/ JASA
Adapun fungsi produk dari Installasi Jaringan LAN :

1.      Installasi jaringan LAN berfungsi meningkatkan keefektifkan kerja

2.      Installasi jaringan LAN juga berfungsi agar semua software, peralatan, dan khususnya data bisa digunakan oleh setiap orang yang ada pada jaringan tanpa terpengaruh oleh lokasi resourch dan pemakai jaringan lainnya.

BAB II
PROSES PRODUKSI/JASA
2.1       FASILITAS PERALATAN

1.2              BAHAN

1.2              PROSES PRODUKSI (SISTEMATIKA KERJA)
Untuk menghasilkan produk yang maksimal dengan waktu yang relative singkat dan efisien maka project work perlu dikerjakan dalam sistematika yang teratur. Instalasi jaringan ini dapat digunakan sebagi media untuk sharing data, sharing internet, dan sharing printer. Standar pembuatan jaringan LAN ini tergantung apa yang diminta oleh perusahaan tersebut. Pasar potensial bagi pembuatan jaringan LAN ini di antaranya :
Perusahaan yang bergerak di bidang Jaringan

Pada tahap menggambar skema ruangan, diawali dengan menggambar tata letak komputer, dan bagaimana bentuk ruangan agar mempermudah kita untuk menentukan topologi apa yang akan kita gunakan nanti dalam pembuatan jaringan di lab komputer. Dan selanjutnya mempersiapkan bahan dan alat apa saja yang dibutuhkan, selanjutnya masuk ke dalam tahap pra produksi, di dalam tahap ini kita menyiapkan kabel jaringan yang sudah diukur dan dicrimping.
            Setelah semua selesai dirancang, maka pada tahap selanjutnya masuk ke dalam tahap produksi. Dalam tahap produksi ini mulai memasang kabel jaringan dan menkonfigurasi jaringan sesuai topologi dan memberikan IP Address ke setiap komputer. Setelah semua proses instalasi selesai maka, masuk ke tahap pengecekkan akhir yaitu mengkoneksikan jaringan tersebut dengan internet. Jika dapat tersambung tanpa adanya gangguan, maka jaringan tersebut sudah siap digunakan. Jika terjadi gangguan, maka ada beberapa hal yang harus dicek antara lain, sinyal internet, kabel jaringan, dan yang terakhir kompute yang digunakan.

SKEMA RUANGAN

1.2              RENCANA ANGGARAN BIAYA PROJECT LAB KOMPUTER

1.      Biaya Bahan                                                                          Rp.  5.736.000,00

2.      Biaya Produksi
Biaya Produksi per Titik                                                         Rp     100.000,00
Jumlah Titik x Biaya Produksi :      32 x Rp 100.000,00 = Rp  3.200.000,00

3.      Total Biaya Project                                                               Rp  8.936.600,00





BAB III
SASARAN
3.1       SASARAN PASAR PENGGUNA
Pemasangan jaringan  ini dapat dimanfaatkan oleh perusahaan swasta atau negeri, sekolah, universitas, dan lainnya. Pasar potensial pembuatan jaringan ini adalah sebagai berikut : 
·         Lembaga Pendidikan misalnya Lab Komputer.
·         Instansi/Perusahaan.
·         Warnet dan cafe.
1.2              JADWAL PELAKSANAAN

Pelaksanaan installasi jaringan ini dimulai dari Tanggal 5 bulan oktober dan dilanjutkan pada tanggal 10 bulan November 2016. 





















Spesifikasi Perangkat Keras Pada Mikroprosessor 8086 & 8088

09.45
      1. Pin Out Dan Fungsi Pin
Dalam materi ini, akan  menjelaskan fungsi dan beberapa fungsi dari masing-masing pin mikroprosesor beserta tambahan materi yang akan dibahas.
           
1.1.Pin Out
Pada gambar dibawah materi ini mengilustrasikan pin-out 8086 & 8088. Baik yang dikemas       dalam 40-pin ganda paket in-line (DIP). 8086 adalah 16-bit mikroprosesor dengan bus data 16-bit; 8088 AD0-AD7. Lebar data bus adalah satu-satunya perbedaan utama, sehingga 8086 transfer 16-bit data yang lebih efisien.


1.2.Fungsi Pin
      1.      AD0-AD7
Pin ini (Pin 9-16) digunakan untuk transmisi memori dan alamat I/O pada tiap siklus bus. Pin-pin ini dimultipleks, dimana di awal siklus bus, pin-pin ini berfungsi sebagai bita alamat A0-A7, dan pada siklus berikutnya digunakan oleh prosesor sebagai bus data D0-D7, dan informasi alamat A0-A7 dilatch.
2.    AD8-AD15
Pin ini (pin 2-8, 39) digunakan untuk memori output dan bit alamat A8-A15. Pin ini tidak dimultipleks dan tetap stabil di siklus bus. Dalam desain PC, pin ini dilatch dan direpower menjadi bit alamat A8-A15 dalam siklus bus.
3.    A16/S3-A19/S6
Pada permulaan tiap siklus memori, pin ini (pin 35-38) memberikan bit alamat A16-A19, Pada siklus sisanya, menyediakan bit status internal 8088. Jika S6 diset low, S5 memberikan status flag interrupt enable. S3 dan S4 dikodekan untuk memberikan segmen register yang digunakan untuk siklus bus.

Desain PC tidak menggunakan informasi status ini. Jika pin ini dilatch dan direpower , maka akan menjadi bit alamat A16-A19
4.    CLK
Pin (Pin 19) ini merupakan jalur masukan yang menyediakan informasi timing (pewkatuan) untuk mikroprosesor 8088. Dalam desainnya, masukan pin ini diambilkan IC clok 8284A dengan frekuensi 4.77 MHz dengan siklus kerja ½.
5.    RQ/GT0
Pin ini merupakan jalur bidirectional yang digunakan oleh lokal bus untuk penggunaan bus lokal. Soket ini kompatibel dengan prosesor numerik 8087 produksi Intel. Sinyal ini akan mengijinkan prosesor untuk masuk ke dalam sistem untuk membentuk fungsinya.
6.    RQ/GT1
Pin ini (pin 30) sama fungsinya dengan RQ//GT0, tetapi dengan prioritas rendah. Dalam desain PC jalur ini tidak digunakan.
7.    LOCK
Pin ini (pin 29) diaktifkan oleh instruksi lock dan tetap aktif sampai akhir dari instruksi berikutnya. Jika desain PC bukan merupakan desain dengan bus multi- master, maka pin ini tidak digunakan.
8.    NMI
Pin ini (pin 17) digunakan untuk memberikan nonmaskable interrupt (Interrupt yang tidak bisa dihalangi) mikroprosesor 8088. Dalam desain PC, NMI ini dihalangi keluar dari prosesor dengan suatu bit programamble port. Dalam aplikasi desain PC permintaan NMI digunakan untuk menandai paritas error dalam memori sistem, menerima permintaan interrupt dari soket prosesor dan menerima permintaan interrupt dari piranti pada sistem bus.
9.    INTR
Sinyal masukan (pin 18) adalah masukan interrupt yang dapat dihalangi (maskable interrupt) prosesor 8088. Dalam desain PC, pin ini dihubungkan dengan IC kontroler interrupt 8259A yang memperluas masukan interrupt menjadi 8 masukan interrupt.
10. READY                
Pin 22 ini digunakan untuk memasukkan kondisi “wait” dalam siklus bus prosesor 8088, sehingga siklus memperpanjang siklus.sinyal ini digunakan untuk memperlambat prosesor 8088 saat mengakses portI/O atau memori yang jauh lebih lambat dari siklus bus 8088. Dalam desain PC, jalur ini diambilkan dari IC clock 8284A yang menyinkronkan dengan clock sistem.PC menggunakan fungsi Ready untuk memasukkan 1 kondisi wait dalam semua akses port, memasukkan 1 kondisi wait dalam siklus DMA, dan memberikan kondisi wait sistem bus.
11.  RESET
Sinyal pin 21 ini digunakan untuk menahan. Dalam desain PC sinyal ini diambilkan dari IC clock 8284A yang menerima masukan dari sistem catu daya.
12. QS0 dan QS1
Jalur 2 keluaran ini (pin 24 dan 25) memberikan status queue instruksi internal 8088.
13. TEST
Pin masukan (pin 23) dites oleh instruksi “wait for test”. Jika tes low, eksekusi dilanjutkan, jika tes high, 8088 menunggu dalam kondisi idle sampai kondisi pin menjadi low. Dalam desain PC masukan tes dihubungkan dengan pin busy 8087.
14. S0, S1, dan S2
Pin keluaran (pin 26-28) memberikan informasi status untuk siklus bus. Status ini valid pada tiap awal siklus bus. Dalam desain PC, pin ini dihubungkan dengan bus kontroler 8288 yang dikodekan. Keluaran dekode 8088 menjadi pengontrol jalur dalam sistem bus. Berikut sinyal yang dihasilkan dari status jalur oleh 8288 dan diberikan pada sistem bus : IOR, IOW, MEMR, MEMW, dan ALE.

1.3.Pin Mode Minimum
Operasi mode minimum 8088 / 8086 didapat dengan menghubungkan pin  MN / MX langsung ke  +5volt.
1.      Pin  IO / #M (8088) atau M / #IO (8086) digunakan untuk memilih memori atau IO
2.   Pin #WR (pin ini merupakan strobe  yang menunjukan bahwa 8086 / 8088 sedang mengeluarkan data ke memori atau alat I/O
3.      Pin #INTA  (interrupt ackowledge) merupakan tanggapan terhadap pin input INTR
4.      Pin ALE (Address lack enable)
5.      Pin DT / #R (Data transmitter / receiver)
6.      Pin DEN (Data bus enable)
7.      Pin HOLD  jika pin HOLD berlogika 1 maka prosessor meminta layanan DMA
8.      Pin HLDA (Hold ackowledge)
                  9.   Pin #SS0  pin ini ekivalen dengan S0 pada operasi mikroprosessor mode maksimum


1.4.Pin Mode Maksimum
Operasi mode maksimum 8088 / 8086 didapat dengan menghubungkan pin  MN / MX langsung ke  ground.
1.     Pin  #S2, #S1, #S0 menunjukan funsi siklus bus saat itu
2.     Pin #RO / #GTI dan #Ro / #GT2 pin-pin request ini meminta layanan DMA selama operasi mode       maksimum
3.    Pin #LOCK  digunakan untuk mengunci peripheral dari sistem Pin QS1 dan QS2 pin-pin queue status      ini menunjukan status antrian instruksi internal

2.  Catu Daya/Power Supply  DC
Kedua mikroprosesor 8086 dan 8088 memerlukan +5v dengan toleransi voltage supply ±10%.8086 menggambarkan aliran supply 360mA dan 8088 menggambarkan maksimum 340mA.Kedua mikroprosesor tersbut beroperasi pada temperature antra 320 F dan 1800 F.

2.1.Karakteristik Input
karakteristik masukan dari mikroprosesor ini kompatibel dengan semua komponen logika standar yang tersedia saat ini. Tabel dibawah menggambarkan tingkat tegangan input dan masukan persyaratan saat ini untuk setiap input pin di kedua mikroprosesor. Tingkat arus masukan sangat kecil karena input adalah koneksi gerbang MOSFET dan hanya mewakili kebocoran arus.
      2.2.Karakteristik Output
Logika level 1 tegangan 8086/8088 kompatibel dengan sebagian besar keluarga logika standar.
logic 0 tingkat tidak. Sirkuit logika Standard memiliki maksimum logika 0 tegangan 0,4 V; 8086/8088 memiliki maksimal 0,45 V. Adanya perbedaan 0,05 V, Perbedaan ini mengurangi kekebalan suara dari 400 mV (0,8 V - 0,45 V) ke 350 mV. kekebalan -noise perbedaan antara logika 0 tegangan output dan logika level tegangan 0 masukan. Pengurangan kebisingan kekebalan dapat mengakibatkan masalah dengan koneksi kabel panjang atau terlalu banyak beban. Tidak lebih dari 10 banyak jenis harus terhubung ke output pin tanpa buffering jika faktor ini terlampaui, suara akan mulai mengambil korban di masalah waktu.

3. Clock Generator
Pada bagian ini memperkenalkan clock generator (8284A), signal RESET dan secara singkat signal READY untuk mikroprosesor 8086/8088. Signal READY dan sirkuit yang digabungkan dibiarkan secara mendalam di Clock Generator itu sendiri.

3.1.Clock Generator 8284A
8284 adalah komponen pembantu pada mikroprossesor 8086/8088. Tanpa clock generator, beberapa sirkuit tambahan diperlukan untuk membuat clock (CLK) dalam sistem yang berdasarkan 8086/8088. 8284A menyediakan fungsi pokok berikut ini atau signal clock generation, sinkronisasi RESET, sinkronisasi READY, dan signal level TTL clock generation. Fungsi Pin 8284A adalah 18 pin yang digabungkan sirkuit yang dirancang khusus untuk menggunakan mikroprosessor 8086/8088. Berikut ini adalah daftar setiap pin dan fungsinya.
Vcc
            Catu daya + 5V
            GND
            Ground
            X1&X2
            Masukan untuk crystal eksternal
             OSC
            Keluaran osilator yang mempunyai frekuensi yang sama dengan frekuensi crystal
            CLK
Sinyal clock untuk dikirimkan keµP.Sinyal ini mempunyai frekuensi 2/3 dari frekuensi crystal dengan siklus kerja 33%
            PCLK
Sinyal ini mempunyai frekuensi ½ dari frekuensi yang dikeluarkan pena CLK, dan memiliki siklus kerja 50%
            F/ C
Pena ini merupakan penentu referensi untuk clock. Jika pena ini berlogic 1, maka clock mendapat sumber dari pena EFI, sedangkan jika berlogic 0 mendapat sumber dari pena OSC
            EFI
Masukan frekuensi eksternal yang digunakan untuk sebagai sumber clock
            CSYNC
Sinkronisasi clock yang digunakan untuk sinkronisasi beberapa IC 8284. Jika menggunakan crystal pena ini dibuat 0
            RES
Digunakan untuk sinyal menghasilkan reset
            RESET           
Digunakan menghasilkan sinyal reset untuk µP setelah disinkronisasi dahulu dengan RES  
            CLK READY
Sinyal ini berfungsi untuk memberitahukan µP bahwa unit I/O dan memori siap untuk mengirim atau menerima data
            AEN1 dan RDY1
            Sinyal ini digunakan untuk membangkitkan keadaan tunggu ke µP
            AEN2 dan RDY2
            Sama dengan pena AEN1 dan RDY1, sinyal ini digunakan untuk membangkitkan keadaan
            tunggu ke µP
            ASYNC
Sinkronisasi untuk memilih tipe masukan yang diberikan pada IC 8284

3.2.Operasi 8284A
Operasi dari Bagian Clock. Setengah bagian atas dari diagram logika menunjukkan bagian sinkronisasi clock dan reset/pengatura kembali dari clock generator 8284A. Seperti yang ditunjukkan dalam diagram,oscilator Kristal mempunyai dua input: X1 dan X2.Jika Kristal didekatkan ke X1 dan X2, maka oscillator akan membuat sinal gelombang square/kuadrat dari frekuensi yang sama dengan Kristal. Inpeksi yang dekat dari gerbang logika AND menyatakan bahwa ketika F/C adalah logika 0,”oscilator output” disetir hingga ke jawaban dibagi. Jika F/C adalah logika 1,maka EFI akan disetir ke jawaban/counter.

Output dari jawaban dibagi 3 akan membuat timing untuk sinkronisasi yang telah siap,signal untukjawaban lain (dibagi 2),dan signal CLK ke mikroprosesor 8086/8088.Dua jawaban yang dikirimkantersebut menyediakan output dibagi 6 pada PLCK (peripheral clock output).

Operasi Bagian Reset. Bagian reset dari 8284A adalah sangat sederhana,bagian ini terdiri dari buffer trigger Schmitt dan sirkuit flip-flop tipe-D tunggal.Flip-flop tipe-D meyakinkan bahwa timing yang diperlukan dari input RESET 8086/8088 akan dapat dijumpai.sirkuit ini menerapkan signal RESET ke mikroprosesor pada sisi negative (transisi 0-1) dari setiap clock.

Perhatikan bahwa sirkuit RC menyediakan logika 0 ke pin input RES ketika power pertama kali diterapkan ke system.Setelah periode waktu yang pendek,input RES akan menjadi logika 1 karena beban kapasital terhadap +5V melalui resistor.Flip-flop akan memastikan bahwa RESET akan tinggi dalam empat jam/clock, dan konstanta waktu RC meyakinkan bahwa dia tetap tinggi untuk minimal 50 µs.

Komponen ini merupakan komponen tambahan pada mikroprosesor 8086/8088. 
8284A ini menyediakan fungsi dasar atau sinyal utama:
·         Pembangkit clock
·         RESET sinkronisasi
·         READY sinkronisasi
·         Sinyal clock peripheral TTL



      4.  Bus Buffering dan Latching
Sebelum 8086/8088 dapat digunakan dengan memori atau interface I/O, multiplexed busnya harus di (demultiplexed). Bagian ini membahas detail yang diperlukan (demultiplex) bus dan mengilustrasikan bagaimana bus ditahan untuk sistem yang sangat besar. (karena penyebaran maksimum adalah 10), sistem harus ditahan jika berisi lebih dari 10 komponen lainnya).

4.1.Demultiplexing Bus
Bus alamat atau data pada 8086/8088 dilakukan multiplexing (dipakai bersama) untuk memperkecil jumlah pin yang dibutuhkan untuk IC microprocessor 8086/8088.Karena bus-bus microprocessor 8086/8088 dilakukan multiplexing dan kebanyakan memory dan peralatan I/O tidak, maka sistem haruslah dilakukan demultiplexing sebelum pengantarmukaan dengan memory atau dengan I/O. Proses demultiplexing dilakukan oleh latch 8-bit yang pulsa clock berasal dari sinyal ALE.

4.2.Sistem Buffering
Jika lebih dari 10 unit muatan yang melekat pada setiap pin bus, seluruh sistem harus buffered.
• arus output Buffer telah meningkat sehingga unit yang lebih TTL beban mungkin didorong.
• Sinyal sepenuhnya buffered akan memperkenalkan penundaan waktu ke sistem.
• Tidak ada kesulitan kecuali memori atau perangkat I / O yang digunakan yang berfungsi di dekat kecepatan bus maksimum.

4.3.Full Buffering
8088 yang ditahan secara penuh. Delapan pin yang masih ada yaitu A15-A8 menggunakan buffer dari octal 74LS244 yaitu delapan pin data bus, D7-D0 menggunakan 74LS245 octal buffer dengan satu tujuan. Signal pengendali bus, IO/M,RD, dan WR menggunakan buffer 75LS244. 8086 yang ditahan secara penuh, yaitu pin alamat yang ditahan dengan latch alamat 74LS373 data busnya menggunakan dua 74LS245 octal buffer dengan satu tujuan dan signal kontrol bus, M/O, RD, dan R menggunakan buffer 74LS244. Sistem 8086 yang ditahan secara penuh memerlukan satu 74LS244, dua 74LS245, dan tiga 74LS373.

4.4.Half Buffering
Operasi mode minimum merupakan cara yang paling mudah untuk mengoperasikan mikroprosesor 8086/8088. Biayanya lebih murah karena semua sinyal kontrol untuk memory dan I/O dibangkitkan oleh mikroprosesor. Sinyal-sinyal kontrol ini sama dengan Intel 8085A, periferal8-bit untuk digunakan dengan 8086/8088 tanpa pertimbangan khusus.

4.5.Bidirectional Buffer
Di dalam data bus, informasi yang ditransfer dapat berjalan pada dua arah, yaitu dari dan menuju mikroprosessor. Bus ini disebut juga “bidirectional bus”. Dalam beberapa mikroprosessor, data pin juga digunakan untuk mengirim informasi yang lain, seperti bit address, ini menunjukkan bahwa data pin bersifat time-shared atau multiplexed. Intel 8086 memiliki 20 bit address, dimana 16 bit digunakan untuk data bus secara multiplex.

4.6.Unidirectional Buffer
Di dalam address bus, informasi yang ditransfer hanya berjalan pada satu arah, yaitu dari mikroprosessor menuju memori atau elemen I/O. Karena berjalan pada satu arah, bus ini disebut juga “unidirectional bus”. Jumlahnya ditentukan oleh banyaknya address pin dari sebuah mikroprosessor.

4.7.Latching
     Flip-Flop atau latch merupakan sirkuit elektronik yang memiliki dua arus stabil dan dapat digunakan untuk menyimpan informasi. Sebuah flip-flop merupakan multivibrator-dwistabil. Sirkuit dapat dibuat untuk mengubah arus dengan sinyal yang dimasukkan pada satu atau lebih input kontrol dan akan memiliki satu atau dua output. Ini merupakan elemen penyimpanan dasar- pada Logika Sekuensial. Flip-flop dan latch merupakan bangunan penting dalam sistem elektronik digital yang digunakan pada komputer, komunikasi dan tipe lain dari sistem.


      4.8.Sistem D-Latch  
     D Flip-flop  atau  D-Latch pada dasarnya adalah S-R Flip-flip yang dimodifikasi dengan cara menambahkan gerbang logika NOT (Inverterting)  dari Input S ke Input R. Berbeda dengan S-R Flip-flop, D Flip-flop hanya mempunyai satu Input yaitu Input atau Masukan D.


Referensi: