Spesifikasi Perangkat Keras Pada Mikroprosessor 8086 & 8088

09.45
      1. Pin Out Dan Fungsi Pin
Dalam materi ini, akan  menjelaskan fungsi dan beberapa fungsi dari masing-masing pin mikroprosesor beserta tambahan materi yang akan dibahas.
           
1.1.Pin Out
Pada gambar dibawah materi ini mengilustrasikan pin-out 8086 & 8088. Baik yang dikemas       dalam 40-pin ganda paket in-line (DIP). 8086 adalah 16-bit mikroprosesor dengan bus data 16-bit; 8088 AD0-AD7. Lebar data bus adalah satu-satunya perbedaan utama, sehingga 8086 transfer 16-bit data yang lebih efisien.


1.2.Fungsi Pin
      1.      AD0-AD7
Pin ini (Pin 9-16) digunakan untuk transmisi memori dan alamat I/O pada tiap siklus bus. Pin-pin ini dimultipleks, dimana di awal siklus bus, pin-pin ini berfungsi sebagai bita alamat A0-A7, dan pada siklus berikutnya digunakan oleh prosesor sebagai bus data D0-D7, dan informasi alamat A0-A7 dilatch.
2.    AD8-AD15
Pin ini (pin 2-8, 39) digunakan untuk memori output dan bit alamat A8-A15. Pin ini tidak dimultipleks dan tetap stabil di siklus bus. Dalam desain PC, pin ini dilatch dan direpower menjadi bit alamat A8-A15 dalam siklus bus.
3.    A16/S3-A19/S6
Pada permulaan tiap siklus memori, pin ini (pin 35-38) memberikan bit alamat A16-A19, Pada siklus sisanya, menyediakan bit status internal 8088. Jika S6 diset low, S5 memberikan status flag interrupt enable. S3 dan S4 dikodekan untuk memberikan segmen register yang digunakan untuk siklus bus.

Desain PC tidak menggunakan informasi status ini. Jika pin ini dilatch dan direpower , maka akan menjadi bit alamat A16-A19
4.    CLK
Pin (Pin 19) ini merupakan jalur masukan yang menyediakan informasi timing (pewkatuan) untuk mikroprosesor 8088. Dalam desainnya, masukan pin ini diambilkan IC clok 8284A dengan frekuensi 4.77 MHz dengan siklus kerja ½.
5.    RQ/GT0
Pin ini merupakan jalur bidirectional yang digunakan oleh lokal bus untuk penggunaan bus lokal. Soket ini kompatibel dengan prosesor numerik 8087 produksi Intel. Sinyal ini akan mengijinkan prosesor untuk masuk ke dalam sistem untuk membentuk fungsinya.
6.    RQ/GT1
Pin ini (pin 30) sama fungsinya dengan RQ//GT0, tetapi dengan prioritas rendah. Dalam desain PC jalur ini tidak digunakan.
7.    LOCK
Pin ini (pin 29) diaktifkan oleh instruksi lock dan tetap aktif sampai akhir dari instruksi berikutnya. Jika desain PC bukan merupakan desain dengan bus multi- master, maka pin ini tidak digunakan.
8.    NMI
Pin ini (pin 17) digunakan untuk memberikan nonmaskable interrupt (Interrupt yang tidak bisa dihalangi) mikroprosesor 8088. Dalam desain PC, NMI ini dihalangi keluar dari prosesor dengan suatu bit programamble port. Dalam aplikasi desain PC permintaan NMI digunakan untuk menandai paritas error dalam memori sistem, menerima permintaan interrupt dari soket prosesor dan menerima permintaan interrupt dari piranti pada sistem bus.
9.    INTR
Sinyal masukan (pin 18) adalah masukan interrupt yang dapat dihalangi (maskable interrupt) prosesor 8088. Dalam desain PC, pin ini dihubungkan dengan IC kontroler interrupt 8259A yang memperluas masukan interrupt menjadi 8 masukan interrupt.
10. READY                
Pin 22 ini digunakan untuk memasukkan kondisi “wait” dalam siklus bus prosesor 8088, sehingga siklus memperpanjang siklus.sinyal ini digunakan untuk memperlambat prosesor 8088 saat mengakses portI/O atau memori yang jauh lebih lambat dari siklus bus 8088. Dalam desain PC, jalur ini diambilkan dari IC clock 8284A yang menyinkronkan dengan clock sistem.PC menggunakan fungsi Ready untuk memasukkan 1 kondisi wait dalam semua akses port, memasukkan 1 kondisi wait dalam siklus DMA, dan memberikan kondisi wait sistem bus.
11.  RESET
Sinyal pin 21 ini digunakan untuk menahan. Dalam desain PC sinyal ini diambilkan dari IC clock 8284A yang menerima masukan dari sistem catu daya.
12. QS0 dan QS1
Jalur 2 keluaran ini (pin 24 dan 25) memberikan status queue instruksi internal 8088.
13. TEST
Pin masukan (pin 23) dites oleh instruksi “wait for test”. Jika tes low, eksekusi dilanjutkan, jika tes high, 8088 menunggu dalam kondisi idle sampai kondisi pin menjadi low. Dalam desain PC masukan tes dihubungkan dengan pin busy 8087.
14. S0, S1, dan S2
Pin keluaran (pin 26-28) memberikan informasi status untuk siklus bus. Status ini valid pada tiap awal siklus bus. Dalam desain PC, pin ini dihubungkan dengan bus kontroler 8288 yang dikodekan. Keluaran dekode 8088 menjadi pengontrol jalur dalam sistem bus. Berikut sinyal yang dihasilkan dari status jalur oleh 8288 dan diberikan pada sistem bus : IOR, IOW, MEMR, MEMW, dan ALE.

1.3.Pin Mode Minimum
Operasi mode minimum 8088 / 8086 didapat dengan menghubungkan pin  MN / MX langsung ke  +5volt.
1.      Pin  IO / #M (8088) atau M / #IO (8086) digunakan untuk memilih memori atau IO
2.   Pin #WR (pin ini merupakan strobe  yang menunjukan bahwa 8086 / 8088 sedang mengeluarkan data ke memori atau alat I/O
3.      Pin #INTA  (interrupt ackowledge) merupakan tanggapan terhadap pin input INTR
4.      Pin ALE (Address lack enable)
5.      Pin DT / #R (Data transmitter / receiver)
6.      Pin DEN (Data bus enable)
7.      Pin HOLD  jika pin HOLD berlogika 1 maka prosessor meminta layanan DMA
8.      Pin HLDA (Hold ackowledge)
                  9.   Pin #SS0  pin ini ekivalen dengan S0 pada operasi mikroprosessor mode maksimum


1.4.Pin Mode Maksimum
Operasi mode maksimum 8088 / 8086 didapat dengan menghubungkan pin  MN / MX langsung ke  ground.
1.     Pin  #S2, #S1, #S0 menunjukan funsi siklus bus saat itu
2.     Pin #RO / #GTI dan #Ro / #GT2 pin-pin request ini meminta layanan DMA selama operasi mode       maksimum
3.    Pin #LOCK  digunakan untuk mengunci peripheral dari sistem Pin QS1 dan QS2 pin-pin queue status      ini menunjukan status antrian instruksi internal

2.  Catu Daya/Power Supply  DC
Kedua mikroprosesor 8086 dan 8088 memerlukan +5v dengan toleransi voltage supply ±10%.8086 menggambarkan aliran supply 360mA dan 8088 menggambarkan maksimum 340mA.Kedua mikroprosesor tersbut beroperasi pada temperature antra 320 F dan 1800 F.

2.1.Karakteristik Input
karakteristik masukan dari mikroprosesor ini kompatibel dengan semua komponen logika standar yang tersedia saat ini. Tabel dibawah menggambarkan tingkat tegangan input dan masukan persyaratan saat ini untuk setiap input pin di kedua mikroprosesor. Tingkat arus masukan sangat kecil karena input adalah koneksi gerbang MOSFET dan hanya mewakili kebocoran arus.
      2.2.Karakteristik Output
Logika level 1 tegangan 8086/8088 kompatibel dengan sebagian besar keluarga logika standar.
logic 0 tingkat tidak. Sirkuit logika Standard memiliki maksimum logika 0 tegangan 0,4 V; 8086/8088 memiliki maksimal 0,45 V. Adanya perbedaan 0,05 V, Perbedaan ini mengurangi kekebalan suara dari 400 mV (0,8 V - 0,45 V) ke 350 mV. kekebalan -noise perbedaan antara logika 0 tegangan output dan logika level tegangan 0 masukan. Pengurangan kebisingan kekebalan dapat mengakibatkan masalah dengan koneksi kabel panjang atau terlalu banyak beban. Tidak lebih dari 10 banyak jenis harus terhubung ke output pin tanpa buffering jika faktor ini terlampaui, suara akan mulai mengambil korban di masalah waktu.

3. Clock Generator
Pada bagian ini memperkenalkan clock generator (8284A), signal RESET dan secara singkat signal READY untuk mikroprosesor 8086/8088. Signal READY dan sirkuit yang digabungkan dibiarkan secara mendalam di Clock Generator itu sendiri.

3.1.Clock Generator 8284A
8284 adalah komponen pembantu pada mikroprossesor 8086/8088. Tanpa clock generator, beberapa sirkuit tambahan diperlukan untuk membuat clock (CLK) dalam sistem yang berdasarkan 8086/8088. 8284A menyediakan fungsi pokok berikut ini atau signal clock generation, sinkronisasi RESET, sinkronisasi READY, dan signal level TTL clock generation. Fungsi Pin 8284A adalah 18 pin yang digabungkan sirkuit yang dirancang khusus untuk menggunakan mikroprosessor 8086/8088. Berikut ini adalah daftar setiap pin dan fungsinya.
Vcc
            Catu daya + 5V
            GND
            Ground
            X1&X2
            Masukan untuk crystal eksternal
             OSC
            Keluaran osilator yang mempunyai frekuensi yang sama dengan frekuensi crystal
            CLK
Sinyal clock untuk dikirimkan keµP.Sinyal ini mempunyai frekuensi 2/3 dari frekuensi crystal dengan siklus kerja 33%
            PCLK
Sinyal ini mempunyai frekuensi ½ dari frekuensi yang dikeluarkan pena CLK, dan memiliki siklus kerja 50%
            F/ C
Pena ini merupakan penentu referensi untuk clock. Jika pena ini berlogic 1, maka clock mendapat sumber dari pena EFI, sedangkan jika berlogic 0 mendapat sumber dari pena OSC
            EFI
Masukan frekuensi eksternal yang digunakan untuk sebagai sumber clock
            CSYNC
Sinkronisasi clock yang digunakan untuk sinkronisasi beberapa IC 8284. Jika menggunakan crystal pena ini dibuat 0
            RES
Digunakan untuk sinyal menghasilkan reset
            RESET           
Digunakan menghasilkan sinyal reset untuk µP setelah disinkronisasi dahulu dengan RES  
            CLK READY
Sinyal ini berfungsi untuk memberitahukan µP bahwa unit I/O dan memori siap untuk mengirim atau menerima data
            AEN1 dan RDY1
            Sinyal ini digunakan untuk membangkitkan keadaan tunggu ke µP
            AEN2 dan RDY2
            Sama dengan pena AEN1 dan RDY1, sinyal ini digunakan untuk membangkitkan keadaan
            tunggu ke µP
            ASYNC
Sinkronisasi untuk memilih tipe masukan yang diberikan pada IC 8284

3.2.Operasi 8284A
Operasi dari Bagian Clock. Setengah bagian atas dari diagram logika menunjukkan bagian sinkronisasi clock dan reset/pengatura kembali dari clock generator 8284A. Seperti yang ditunjukkan dalam diagram,oscilator Kristal mempunyai dua input: X1 dan X2.Jika Kristal didekatkan ke X1 dan X2, maka oscillator akan membuat sinal gelombang square/kuadrat dari frekuensi yang sama dengan Kristal. Inpeksi yang dekat dari gerbang logika AND menyatakan bahwa ketika F/C adalah logika 0,”oscilator output” disetir hingga ke jawaban dibagi. Jika F/C adalah logika 1,maka EFI akan disetir ke jawaban/counter.

Output dari jawaban dibagi 3 akan membuat timing untuk sinkronisasi yang telah siap,signal untukjawaban lain (dibagi 2),dan signal CLK ke mikroprosesor 8086/8088.Dua jawaban yang dikirimkantersebut menyediakan output dibagi 6 pada PLCK (peripheral clock output).

Operasi Bagian Reset. Bagian reset dari 8284A adalah sangat sederhana,bagian ini terdiri dari buffer trigger Schmitt dan sirkuit flip-flop tipe-D tunggal.Flip-flop tipe-D meyakinkan bahwa timing yang diperlukan dari input RESET 8086/8088 akan dapat dijumpai.sirkuit ini menerapkan signal RESET ke mikroprosesor pada sisi negative (transisi 0-1) dari setiap clock.

Perhatikan bahwa sirkuit RC menyediakan logika 0 ke pin input RES ketika power pertama kali diterapkan ke system.Setelah periode waktu yang pendek,input RES akan menjadi logika 1 karena beban kapasital terhadap +5V melalui resistor.Flip-flop akan memastikan bahwa RESET akan tinggi dalam empat jam/clock, dan konstanta waktu RC meyakinkan bahwa dia tetap tinggi untuk minimal 50 µs.

Komponen ini merupakan komponen tambahan pada mikroprosesor 8086/8088. 
8284A ini menyediakan fungsi dasar atau sinyal utama:
·         Pembangkit clock
·         RESET sinkronisasi
·         READY sinkronisasi
·         Sinyal clock peripheral TTL



      4.  Bus Buffering dan Latching
Sebelum 8086/8088 dapat digunakan dengan memori atau interface I/O, multiplexed busnya harus di (demultiplexed). Bagian ini membahas detail yang diperlukan (demultiplex) bus dan mengilustrasikan bagaimana bus ditahan untuk sistem yang sangat besar. (karena penyebaran maksimum adalah 10), sistem harus ditahan jika berisi lebih dari 10 komponen lainnya).

4.1.Demultiplexing Bus
Bus alamat atau data pada 8086/8088 dilakukan multiplexing (dipakai bersama) untuk memperkecil jumlah pin yang dibutuhkan untuk IC microprocessor 8086/8088.Karena bus-bus microprocessor 8086/8088 dilakukan multiplexing dan kebanyakan memory dan peralatan I/O tidak, maka sistem haruslah dilakukan demultiplexing sebelum pengantarmukaan dengan memory atau dengan I/O. Proses demultiplexing dilakukan oleh latch 8-bit yang pulsa clock berasal dari sinyal ALE.

4.2.Sistem Buffering
Jika lebih dari 10 unit muatan yang melekat pada setiap pin bus, seluruh sistem harus buffered.
• arus output Buffer telah meningkat sehingga unit yang lebih TTL beban mungkin didorong.
• Sinyal sepenuhnya buffered akan memperkenalkan penundaan waktu ke sistem.
• Tidak ada kesulitan kecuali memori atau perangkat I / O yang digunakan yang berfungsi di dekat kecepatan bus maksimum.

4.3.Full Buffering
8088 yang ditahan secara penuh. Delapan pin yang masih ada yaitu A15-A8 menggunakan buffer dari octal 74LS244 yaitu delapan pin data bus, D7-D0 menggunakan 74LS245 octal buffer dengan satu tujuan. Signal pengendali bus, IO/M,RD, dan WR menggunakan buffer 75LS244. 8086 yang ditahan secara penuh, yaitu pin alamat yang ditahan dengan latch alamat 74LS373 data busnya menggunakan dua 74LS245 octal buffer dengan satu tujuan dan signal kontrol bus, M/O, RD, dan R menggunakan buffer 74LS244. Sistem 8086 yang ditahan secara penuh memerlukan satu 74LS244, dua 74LS245, dan tiga 74LS373.

4.4.Half Buffering
Operasi mode minimum merupakan cara yang paling mudah untuk mengoperasikan mikroprosesor 8086/8088. Biayanya lebih murah karena semua sinyal kontrol untuk memory dan I/O dibangkitkan oleh mikroprosesor. Sinyal-sinyal kontrol ini sama dengan Intel 8085A, periferal8-bit untuk digunakan dengan 8086/8088 tanpa pertimbangan khusus.

4.5.Bidirectional Buffer
Di dalam data bus, informasi yang ditransfer dapat berjalan pada dua arah, yaitu dari dan menuju mikroprosessor. Bus ini disebut juga “bidirectional bus”. Dalam beberapa mikroprosessor, data pin juga digunakan untuk mengirim informasi yang lain, seperti bit address, ini menunjukkan bahwa data pin bersifat time-shared atau multiplexed. Intel 8086 memiliki 20 bit address, dimana 16 bit digunakan untuk data bus secara multiplex.

4.6.Unidirectional Buffer
Di dalam address bus, informasi yang ditransfer hanya berjalan pada satu arah, yaitu dari mikroprosessor menuju memori atau elemen I/O. Karena berjalan pada satu arah, bus ini disebut juga “unidirectional bus”. Jumlahnya ditentukan oleh banyaknya address pin dari sebuah mikroprosessor.

4.7.Latching
     Flip-Flop atau latch merupakan sirkuit elektronik yang memiliki dua arus stabil dan dapat digunakan untuk menyimpan informasi. Sebuah flip-flop merupakan multivibrator-dwistabil. Sirkuit dapat dibuat untuk mengubah arus dengan sinyal yang dimasukkan pada satu atau lebih input kontrol dan akan memiliki satu atau dua output. Ini merupakan elemen penyimpanan dasar- pada Logika Sekuensial. Flip-flop dan latch merupakan bangunan penting dalam sistem elektronik digital yang digunakan pada komputer, komunikasi dan tipe lain dari sistem.


      4.8.Sistem D-Latch  
     D Flip-flop  atau  D-Latch pada dasarnya adalah S-R Flip-flip yang dimodifikasi dengan cara menambahkan gerbang logika NOT (Inverterting)  dari Input S ke Input R. Berbeda dengan S-R Flip-flop, D Flip-flop hanya mempunyai satu Input yaitu Input atau Masukan D.


Referensi:

0 komentar:

Posting Komentar