Amplifier adalah suatu piranti audio elektronik yang dapat menghasilkan suara dan menguatkan suara dari sinyal yang masuk kepadanya melalui bagian input audio.sound system adalah pengembangan dari amplifier. cara kerja kedua piranti audio elektronik ini sama saja yaitu menguatkan sinyal yang masuk kepadanya melalui bagian input audio.
Dalam hal ini
amplifier yang akan dibuat adalah amplifier ruangan dengan daya 150 watt.
Amplifier untuk ruangan yang sederhana pada umumnya dilengkapi dengan pengatur
nada (tone control) dalam 1 box. Kapasitas daya untuk amplifier ruangan tidak
perlu terlalu besar, karena digunakan untuk menguatkan sinyal dalam suatu
ruangan (rumah) saja. Berikut adalah tahapan dalam membuat amplifier.
Bagian Amplifier
Untuk
membuat sebuah amplifier ruangan diperlukan beberapa kit atau rangkaian sebagai
berikut :
·
Power
Amplifier
·
Tone
control
·
SpeakerProtektor
·
Power
Supply
·
Box
Amplifier
Analisa Rangkaian
Pada dasarnya rangkaian ini
bekerja dengan melakukan penguatan pada sinyal input DC baik penguatan tegangannya
maupun penguatan arus. Terdapat dua kali penguatan sinyal yang mana akan kita
bahas bersama perjalanan sinyal mulai dari input hingga output. Sinyal pada pada kapasitor (elco)
input senilai 4,7uF. Kapasitor 4,7uF merupakan gerbang awal bagi sinyal sinyal
sebelum sinyal dikuatkan tegangan maupun arusnya. Disini kapasitor 4,7uF
merupakan filter awal bagi sinyal input. Yang mana pada kapasitor ini tegangan
DC tidak akan dapat mengalir melalui kapasitor ini. Sehingga arus yang masuk
dari input benar – benar murni tegangan AC.
1. Power Amplifier
Power amplifier yang
dipilih adalah power amplifier OCL 150 watt. Kit power amplifier 150 watt
terdapat banyak jenis di toko elektronika, oleh karena itu perlu dipilih yang
baik. Power amplifier OCL 150 watt memiliki daya atau power yang lebih dari
cukup untuk menguatkan sinyal audio dalam sebuah ruangan. Berikut adalah contoh
kit power amplifier OCL 150 Watt.
Kit Power Amplifier
OCL 150 WattKit Power Amplifier OCL 150 Watt
Rangkaian Power OCL
150 WattRangkaian Power OCL 150 Watt
Rangkaian
power amplifier OCL 150 watt diatas adalah skema untuk 1 sisi atau chanel,
dalam kit power OCL 150 watt diatas merupakan gabungan 2 buah rangkaian power
OCL 150 watt tersebut karena kit tersebut stereo.
2. Tone Control
Tone control yang
dapat dipasangkan dengan power amplifier OCL 150 watt ada banyak jenis, yang
paling sederhana dan memiliki kualitas yang bagus salah satunya tone control 4
transistor. Tone control 4 transistor ini dipilih karena sistem pengatur
nadanya baxandall dan tegangan kerja tone control sama dengan tegangan power
amplifier, sehingga tidak perlu power supply tambahan,selain itu tone control
ini murah. Berikut kit tone control 4 transistor tersebut.
Tone Control 4
Transistor
Skema
rangkaian tone control 4 transistor diatas adalah sebagai berikut.
Rangkaian Tone
Control 4 Transistor
3. Speaker
Protektor
Speaker protektor
adalah rangkaian yang berfungsi untuk melindungi load speaker dari lonjakan
tegangan pada output power amplifier. Pada prinsipnya speaker protektor bekerja
dengan menunda waktu interkoneksi antara speaker dengan power amplifier,
sehingga lonjakan tegangan power OCL pada saat pertama kali dihidupkan tidak
tersalurkan ke speaker. Speaker protektor yang baik selain dapat menunda waktu
terhubungnya speaker juga harus dapat memutus dengan cepat apa bila terdapat
sinyal DC pada output power amplifier. Berikut kit speaker protektor yang dapat
digunakan.
Kit Speaker
Protektor
Kit speaker protektor
diatas adalah stereo,sehingga jalur output dari power ampliifer OCL 150 watt
diatas langsung dihubungkan ke input speaker protektor. Berikut adalah skema
rangkaan speaker protektor diatas.
Skema Rangkaian
Speaker Protektor
4. Power Supply
Power supply yang
diperlukan untuk membuat amplifier ini adalah power supply simetris dengan
kapasitas arus minimal 5 Ampere dan tegangan output simetris 25 – 32 volt.
Untuk transformator sebaiknya dipilih yang berkualitas karena transformator
yang tidak bagus pada umumnya dapat menyebabkan noise (dengung) dari gelombang
elektromagnetik transformotor tersebut. Selain itu sebaiknya dipilih
transformator yang menyediakan terminal extra 500 mA atau 1 A untuk memberikan
supply tegangan ke speaker protektor dan kipas.
Kit Power Supply
Amplifier
Untuk bagian kit
power supply yang perlu diperhatikan adalah kapasitas kapasitor (elco) dan
kapasitas arus dioda bridge. Hal ini karena apabila kurang besar maka akan
terjadi drop tegangan pada saat amplifier mereproduksi nada bass.
Rangkaian Power
Supply Amplifier
Cara Merakit
Amplifier
Cara
merakit amplifier dalam sebuah box yang perlu diperhatikan adalah tata letak
kit power amplifier terhadap transformator power supply,kipas dan kit yang lain
karena menentukan jalur kabel dan sirkulasi udara dalam box.
·
Posisi
transformator perlu diperhatikan karena memancarkan gelombang elektromagnetik
disekitar trsformer, selain itu berat.
· Posisi
kit power amplifier terhadap kipas, hal ini penting karena kipas berfungsi
untuk mengatur sirkulasi udara, sehingga komponen yang menimbulkan panas
seperti transisto power amplifier dan transformator sebisa mungkin mendapat
prioritas mendapat sirkulasi udara yang lancar.
·
Posisi
tone control sebaiknya terlindung dari pengaruh elektromagnetik dari
transformator (terutama bagian input), hal ini bertujuan agar tidak terjadi
dengung karena efek elektromagnetik.
·
Jalur
kabel input sebisa mungkin dijauhkan dari transformer dan menggunakan kabel
coaxial aar gelombang elektromagnetik dari luar tidak mengenai sinyal input
amplifier.
Sistem grounding
dalam rangkaian sebaiknya dihubungkan ke box, kecuali ground untu speaker
protektor jangan sampai terhubung dengan ground rangkaian power amplifier, hal
ini bertjuan agar speaker protektor dapat mendeteksi sinya DC dari output power
amplifier dengan baik.








