Manfaat Sistem Informasi untuk Perusahaan
Sumber dari informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal datum. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian-kejadian adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu di dalam dunia bisnis. Bisnia adalah perubahan dari suatu nilai yang disebut transaksi. Misalnya, penjualan adalah transaksi perubahan nilai barang menjadi nilai uang atau nilai piutang dagang.
Pengelolaan sistem informasi adalah bagian yang tak dapat dipisahkan dari studi manajemen sebagaimana pengelolaan ketenangan, keuangan, organisasi dan tata laksana, dan lain sebagainya. Barangkali dapat diasumskan, pengelolaan sistem informasi merupakan faktor kunci bagi keterlaksanaan dan keberhasilan manajemen.
Sistem informasi memiliki peranan besar di semua perusahaan atau institusi agar dapat menghasilkan keuntungan semaksimal mungkin dengan cara mengiklankan, menjual, mengadministrasi, dan mewujudkan produk baru. Perusahaan dipaksa untuk menciptakan dan memikirkan inovasi baru agar dapat bersaing dan bertahan hidup di dalam persaingan bisnis yang ketat. Dengan meningkatnya transaksi dan tersedianya bermacam-macam teknik pemrosesan menggunakan komputer yang memungkinkan untuk berinteraksi dengan sistem lain, perusahaan menjadi sangat tergantung dengan komputerisasi. Di sisi lain dengan pesat lajunya teknologi, muncul risiko ancaman baru yang berkaitan dengan komputerisasi. Pentingnya pengamanan yang efektif mulai diperhatikan oleh semua pihak. Semua pihak dapat memahami bahwa keamanan sistem informasi yang cukup andal sangat diperlukan. Perusahaan memiliki sederetan tujuan dengan diadakannya sistem informasi yang berbasis komputer di dalam perusahaaan. Oleh karena itu, perusahaan menuntut agar diciptakan sistem keamanan terhadap hardware maupun softwarenya.
Informasi adalah aset organisasi yang sangat berharga dan penting seperti aset-aset yang lain misalnya gedung, mesin-mesin, kendaraan, peralatan kantor, SDM dan lain-lain. Sebagai konsekuensi, keamanan sistem informasi merupakan suatu keharusan untuk melindungi aset perusahaan dari berbagai ancaman. Aset-aset yang dapat dimaksud ke dalam sistem informasi dapat kategorikan sebagai berikut:
1) Personel
Misalnya sistem analisis, programmer, operator, database administrator, spesialis jaringan, spesialis PABX.
2) Hardware
Misalnya CPU, Printers, Terminal/Monitor, routers, switch.
3) Software Aplikasi
Misalnya sistem Deptors, Creditors, penggajian, GL, ERP.
4) Sistem Sofware
Misalnya operating sistem, compilers, utilities, database sistem.
5) Data
Misalnya master file, backup file, file transaksi.
6) Fasilitas
Misalnya mebel, ruang kantor, filing cabinet.
7) Penunjang
Misalnya Tapes, CD, DVD, disk pack, kerta, tinta printer atau pita.
Tujuan audit sistem informasi adalah bentuk pengawasan dan pengendalian dari infrastruktur teknologi informasi secara menyeluruh. Audit sistem informasi ini dapat berjalan bersama-sama dengan audit finansial dan audit internal, atau dengan kegiatan pengawasan dan evaluasi lain yang sejenis. Adapun tujuan audit sistem informasi dapat disimpulkan secara garis besar terbagi menjadi 5 tahap yaitu:
1. Meningkatkan keamanan aset-aset perusahaan
Aset informasi suatu perusahaan seperti perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), sumber daya manusia, file data harus dijaga oleh suatu sistem pengendalian intern yang baik agar tidak terjadi penyalahgunaan aset.
2. Meningkatkan dan menjaga integritasi data
Integrasi data (data integrity) adalah salah satu konsep dasar sistem informasi. Data memiliki atribut-atribut tertentu seperti: kelengkapan, kebenaran, dan keakuratan.
3. Meningkatkan efektifitas sistem
Efektifitas sistem informasi perusahaan memiliki peranan penting dalam proses pengambilan keputusan. Suatu sistem informasi dapat dikatakan efektif bila sistem informasi tersebut telah sesuai dengan kebutuhan user.
4. Meningkatka efesiensi sistem
Efisien sistem menjadi hal yang sangat penting ketika suatu komputer tidak lagi memiliki kapasitas yang memadai.
5. Ekonomis
Ekonomis mencerminkan kalkulasi untuk rugi ekonomi (cost/benefit) yang lebih bersifat kuantifikasi nilai moneter (uang).
Daftar Pustaka
Anoname. 2013. Audit Sistem Informasi Berbasis Komputer.
diunduh dari staffsite.gunadarma.ac.id/lana/index.
Kadir, Abdul. 2003. Pengenalan Sistem Informasi. Yogyakarta. Penerbit ANDI.
HM., Jogiyanto. 1991. Analisa dan Disain Sistem. Yogyakarta. Penerbit ANDI.
0 komentar:
Posting Komentar