1.
Profesi
Dan Sertifikasi Manajemen Proyek
Sertifikasi manajemen proyek
Adalah proses penilaian untuk mendapatkan pengakuan terhadap klasifikasi dan
kualifikasi atas kompetensi dan kemampuan tenaga ahli/profesi dibidang jasa
layanan sesuai dengan yang tercantum didalam sertifikat atau lampirannya.
Sertifikat Kompetensi berlaku untuk 3 (tiga) tahun dan dapat
diperbaharui/diperpanjang dengan persyaratan dan ketentuan yang berlaku.
Profesi manajemen proyek adalah
sebuah disiplin keilmuan dalam hal perencanaan, pengorganisasian, pengelolaan
(menjalankan serta pengendalian), untuk dapat mencapai tujuan-tujuan proyek.
Profesi managemen proyek juga
harus memiliki berbagai attribute, seperti :
·
Body
of Knowledge
Body of knowledge (BOK) adalah
attribute yang berkaitan dengan konsep dan prinsip unik profesi yang
bersangkutan.
·
Kode
etik
Atribute ini umumnya dimiliki
oleh setiap macam profesi, untuk dipakai sebagai pegangan/petunjuk yang
berkaitan denga tingkah laku yang benar bagi profesi yang bersangkutan.
·
Standard
of Entry
Atribut ini menetapkan standar
minimum bagi mereka yang dapat diakui sebagai pemegang/pemilik profesi yang
bersangkutan.
·
Organisai
yang mendukung
Badan ini memberikan pimpinan,
merumuskan standar, melakukan penelitian dan berfungsi sebagai pusat komunikasi
dan koordinasi bagi mereka yang berkepentingan dengan profesi yang sedang
dikembangkan.
2.
Hal
yang mempengaruhi dalam membantu & memperburuk suatu proyek
·
Hal
yang dapat mempengaruhi untuk membantu dalam proyek:
1)
Transparansi
Biaya = transparansi biaya sangat membantu kelancaran suatu proyek, sehingga
yang mengerjakan proyek dan yang memberi dana akan bisa mempercayai satu sama
lain.
2)
Kerja
Tim = kerja tim dalam suatu proyek sangat diperlukan karena dapat mempermudah
dalam pengerjaan proyek.
3)
Komunkasi
= selain kerja tim yang baik komunikasi yang baik juga diperluka dalam suatu
proyek, tidak dengan satu tim saja tetapi dengan tim atau divisi yang lain.
·
Hal
yang dapat mempengaruhi untuk memperburuk dalam proyek:
1)
Korupsi
= karna korupsi atau tidak transparan nya keuangan akan memeperburuk kinerja
proyek
2)
Tidak
Displin = karna tidak displin akan memperburuk kinerja proyek
3)
Egois
= karna egois akan memperburuk kinerja proyek
3.
Proses
proyek Communication Management
·
Perencanaan
komunikasi
Menentukan
informasi dan komunikasi kebutuhan para pemangku kepentingan.
·
Distribusi
Informasi
Membuat
informasi yang diperlukan tersedia untuk para pemangku kepentingan proyek tepat
pada waktunya.
·
Pelaporan
Kinerja
Pengumpulan
dan penyebaran informasi kinerja, termasuk laporan, proses pengukuran, dan
perencanaan.
·
Mengelola
Pemangku kepentingan
Mengelola
komunikasi untuk memenuhi kebutuhan dan harapan dari stakeholder proyek dan
untuk menyelesaikan masalah.
4.
Sumber
resiko dalam suatu proyek TI
Resiko
merupakan Suatu sistem informasi dapat dikembangkan karena adanya kebijakan dan
perencanaan telebih dahulu. Tanpa adanya perencanaan sistem yang baik,
pengembangan sistem tidak
akan
dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Tanpa adanya kebijakan pengembangan
sistem oleh manajemen puncak, maka pengembangan sistem tidak akan mendapat
dukungan dari manajemen puncak tersebut.
Pelaksannan
pengelolaan resiko tetap merupakan tanggung jawab dari tim kerja atau petugas
yang melaksanakan fungsi-fungsi tersebut,oleh karena itu suatu manajemen
informasi wajib memastikan pemantauan yang memadai dan pealporan mengenai
aktivitas terkait informasi dan resikonya
Jenis
resiko :
-
Teknologi : pengiriman perangkat yang terlambat, banyaknya report tentang
error.
-
SDM : moral yang rendah, situasi tim, kekosongan pekerjaan.
-
Organisasi : situasi system organisasi.
Dampak
atau pengaruh yang ditimbulkan dapat berupa :
a)
Nilai unjuk kerja dari sistem yang dikembangkan
b)
Biaya yang dikeluarkan oleh suatu organisasi yang mengembangkan teknologi
informasi
c)
Dukungan pihak manajemen terhadap pengembangan teknologi informasi
d)
Jadwal waktu penerapan pengembangan teknologi informasi.
5.
Rangkuman
Materi 12 kelompok
1) Pengenalan
Manajemen Proyek
·
Pengertian
Manajemen
Manajemen
adalah seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.
·
Pengertian
Proyek
Proyek
adalah usaha sementara yang dilakukan untuk menghasilkan produk, layanan, atau
hasil yang unik.Proyek berakhir
ketika tujuannya tercapai, atau proyek telah diakhiri. Proyek bisa besar atau kecil dan memerlukan waktu
singkat atau lama untuk diselesaikan
·
Manajemen
Poyek
Manajemen
proyek adalah sebuah disiplin keilmuan dalam hal perencanaan, pengorganisasian,
pengelolaan (menjalankan serta
pengendalian), untuk dapat mencapai tujuan-tujuan proyek
2) Konteks
Manajemen Proyek dan Teknik Informatika
Proyek adalah usaha
terkordinasi , menggunakan kombinasi manusia, teknik, administrasi dan keuangan, dalam rangka mencapai tujuan
yang spesifik dalam jangka waktu tertentu.
·
Kerangka Organisasi
“Pemahaman akan
organisasi (politis,budaya & orang yg menentang proyek) sangat berpengaruh pada keberhasilan proyek”.
Empat jenis
kerangka organisasi :
1. Struktural
2. Sumber daya
manusia
3. Politis
4. Simbolik
·
Kerangka Struktural
Kerangka ini
menekankan pada struktur organisasi (umum digambarkan dalam bagan organisasi) Berfokus pada kelompok-kelompok dan tanggung
jawabnya sangat rasional dan berfokus pada koordinasi
dan pengendalian.
·
Kerangka SDM
Kerangka ini
berfokus pada keharmonisan antara kebutuhan-kebutuhan organisasi dan kebutuhan-kebutuhan “orangnya”. Kelemahan
kerangka ini adalah rentan terhadap “konflik kepentingan”
pribadi atau kelompok.
·
Kerangka Simbolis
Berfokus pada
simbol dan makna. Apa makna dari sebuah peristiwa di dalam organisasi merupakan hal yang lebih penting
dibandingkan apa yang benar benar terjadi.
contoh :
bagaimana cara seseorang berpakaian? Biasanya sangat erat kaitannya dengan
budaya organisasi tsb.
3)
Grup Proses Manajemen Proyek
Dalam sebuah manajemen proyek
terdapat sejumlah proses yang saling berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya. Dan tiap-tiap proses
tersebut membentuk suatu grup proses.
Dalam Manajemen proyek terdapat 5
grup proses :
a. Inisiasi
Merupakan tahap awal kegiatan proyek
sejak sebuah proyek disepakati untuk dikerjakan.
b. Perencanaan Proyek
Mendefinisikan dan merinci tujuan
proyek, serta merencanakan aktivitas aktivitas yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan proyek itu sendiri dan
sesuai batasan yang telah disepakati.
c. Eksekusi
Sebuah rencana eksekusi suatu proyek
sangat erat kaitannya dengan estimasi biaya, dimana keduanya saling bergantung dan tidak akan terpenuhi
keduanya secara total jika satu diantara keduanya
tidak terselesaikan.
d. Kontrol
Mengukur dan memonitor secara berkala
kemajuan proyek serta mengidentifikasi adanya penyelewengan
pelaksanaan dari rencana yang sudah dibuat sebelumnya.
e. Akhir
Melakukan formalisasi hasil proyek
berupa barang atau jasa yang dihasilkan dari proyek.
4)
Proyek Manajemen Integrasi
Manajemen
Integrasi Proyek mencakup proses-proses yang diperlukan untuk memastikan bahwa berbagai elemen dari proyek dikoordinasikan
dengan benar. Ini meliputi membuat pilihan antara tujuan dan alternatif
untuk memenuhi atau melampaui kebutuhan dan harapan stakeholder.
Gambaran proses
utama manajemen integrasi proyek :
- Pembuatan
rencana proyek menggunakan output dari proses perencanaan lain, termasuk perencanaan strategis, untuk membuat
konsisten, dokumen yang jelas yang dapat digunakan untuk memandu pelaksanaan proyek dan pengendalian proyek.
Proses ini hampir selalu berulang beberapa
kali.
- Pelaksanaan
Rencana Proyek melaksanakan rencana
proyek dengan melakukan kegiatan yang termasuk
didalamnya.
- Control
Perubahan Terintegrasi - mengkoordinasikan perubahan di seluruh proyek. Proses
ini berinteraksi satu sama lain
juga dengan proses di bidang pengetahuan lain.
5)
Ruang Lingkup Manajemen
a.
Lingkungan Luar
(Eksternal) terdiri dari :
Lingkungan Umum,
meliputi ekonomi, politik, hukum, sosio cultural (budaya), teknologi, dimensi
internasional (seperti globalisasi dan paham ekonomi), dan kondisi lingkungan
alam.
Lingkungan Khusus
(Tugas), meliputi pemilik (stockholder), customer, klien, pemasok (suplier),
pesaing, suplai tenaga kerja, badan pemerintah, lembaga keuangan, media, dan
serikat pekerja.
b.
Lingkungan Dalam
(Internal) terdiri dari :
·
Manusia (specialized
dan manajerial personal).
·
Financial (sumber,
alokasi, dan contol dana).
·
Fisik (gedung, kantor,
dll).
·
Sistem dan Teknologi.
·
Sistem Nilai dan
Budaya Organisasi.
6) Manajemen
Waktu
Manajemen
waktu merupakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan
produktivitas waktu.
Untuk
mengatur waktu kita dapat menggunakan cara – cara berikut:
1. Buatlah rencana harian.
2. Diawali dengan menentukan prioritas:
a. Penting mendesak
b. Penting tidak mendesak
c. Mendesak tidak penting
d. Tidak penting, tidak mendesak
3. Batasi waktu setiap pekerjaan
4. Gunakan kalender dan tulislah semua
pekerjaan .
5. Deadline.
6. Belajar berkata tidak.
7. Tentukan target lebih awal.
8. Atur reminder sebelumnya.
9. Fokus.
7) Manajemen
Biaya
Manajemen
Biaya adalah sistem yang didesain untuk menyediakan informasi bagi manajemen
untuk pengidentifikasian peluang-peluang penyempurnaan, perencanaan strategi,
dan pembuatan keputusan operasional mengenai pengadaan dan penggunaan
sumber-sumber yang diperlukan oleh organisasi. Sistem manajemen biaya
terintegrasi menunjukkan adanya saling hubungan dengan elemen-elemen sistem
lainnya yaitu : (1) sistem desain dan pengembangan, (2) sistem pembelian dan
produksi, (3) sistem pelayanan konsumen, dan (4) sistem pemasaran dan distribusi.
8) Manajemen
Kualitas
Manajemen
Kualitas adalah sekumpulan kegiatan manajerial
seperti merencanakan kualitas, mengorganisasi kualitas, mengkoordinasi
kualitas, mengendalikan dan mengevaluasi kualitas yang dilakukan oleh setiap
fungsi manajemen yang ada dalam organisasi untuk meningkatkan kinerja dalam
artian kualitas kerja.
Proses
Project Quality Management:
·
Project
quality management memastikan bahwa proyek akan memenuhi kebutuhan yang
dilakukan. Proses meliputi :
·
Quality
planning : mengidentifikasi standar kualitas yang relevan dengan proyek dan
bagaimana memuaskan mereka.
·
Quality
assurance : secara berkala mengevaluasi kinerja proyek secara keseluruhan untuk
memastikan proyek ini akan memenuhi standar kualitas yang relevan.
·
Quality
control: hasil pemantauan proyek tertentu untuk memastikan bahwa mereka
memenuhi standar mutu yang relevan
9) Manajemen
Sumber Daya
Human
Resource Management ialah Bagian atau divisi dari pada organisasi yang bergerak
untuk SDM yang ada di organisasi
tersebut. Manajemen sumber daya manusia adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan
sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu
secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga
tercapai tujuan (goal) bersama perusahaan,
karyawan dan masyarakat menjadi maksimal.
Pentingnya
Project Human Resource Management
-
Karena HRM merupakan divisi yang dibutuhkan oleh suatu organisasi dalam
mengorganize fungsi dari pada
manajemen.
-
Sebagai alat strategi yang sangat penting, yaitu, HRM membantu organisasi agar
tetap mempunyai keunggulan
kompetitif.
-
Membantu untuk menguatkan. Maksudnya ialah Jika perform dari pada pelatihan pekerjaan
tinggi maka akan meng-upgrade
cara kerja dari individual masing-masing dan juga organisasi terkait.
10) Manajemen
Komunikasi
Manajemen
komunikasi adalah proses timbal balik (resiprokal) pertukaran sinyaluntuk
memberi informasi, membujuk atau
memberi perintah, berdasarkan makna yangsama dan dikondisikan oleh konteks hubungan para para komunikator dan
kontekssosialnya
Komunikasi
efektif adalah :
1.
Pemberi dan penerima pesan berpandangan sama.
2.
Pemberi dan penerima pesan dapat membuka percakapan selanjutnya.
3.
Pemberi dan penerima pesan saling mengerti dan memahami.
4.
Suasana saat berkomunikasi hangat dan akrab.
11) Manajemen
Resiko
Manajemen
resiko adalah suatu sistem pengawasan risiko dan perlindungan harta benda, hak
milik dan keuntungan badan usaha atau perorangan atas kemungkinan timbulnya
kerugian karena adanya suatu risiko. Proses pengelolaan risiko yang mencakup
identifikasi, evaluasi dan pengendalian risiko yang dapat mengancam
kelangsungan usaha atau aktivitas perusahaan.
Klasifikasi
Risiko
·
Risiko
yang dapat diukur dan risiko yang tidak dapat diukur
·
Risiko
financial dan risiko non financial
·
Risiko
statis dan risiko dinamis
·
Risiko
fundamental dan risiko khusus
·
Risiko
murni dan risiko spekulatif
12) Manajemen
Pengadaan
Pengadaan
adalah proses memperoleh barang ataupun jasa dari pihak di luar organisasi.
Manajemen Pengadaan adalah proses –proses yang dilakukan untuk mendapatkan
barang dan/atau jasa yang dibutuhkan sebuah proyek dari luar organisasi yang
“didukungnya”.
Tahapan
Manajemen Pengadaan:
·
Perencanaan
pembelanjaan dan pengadaan
·
Perencanaan
kontrak kerja sama
·
Perencanaan
pembelanjaan dan pengadaan
·
Perencanaan
kontrak kerja sama
Pentingnya
Outsource:
·
Untuk
mereduksi biaya
·
Agar
organisasi dapat tetap fokus pada bisnis utamanya
·
Mempermudah
akses keterampilan dan teknologi
·
Memberikan
fleksibilitas
·
Meningkatkan
akuntabilitas
Types
of Contracts
·
Fixed
Price ( Lump-sum) contracts
·
Cost-reimbursable
contracts (CPIF,CPFF,CPCC)
·
Time
and material contracts
Statement
of Work (SOW)
Adalah
deskripsi pekerjaan yang dibutuhkan dalam proses pengadaan. SOW yang baik
memberikan kesempatan bagi penawar untuk memahami dengan baik apa harapan dari
pembeli (pelaku proyek), shg penawar
dapat menilai apakah dirinya mampu memenuhi kebutuhan pembeli/tidak.
RFP
& RFQ
·
Request
for Proprosal
Dokumen
yang digunakan untuk mencari/mendapatkan proposal dari supplier yang prospektif
( berbagai cara untuk melakukan pengadaan)
·
Request
for Quote
Dokumen
yang digunakan untuk mendapatkan penawaran dari supplier yang prospektif
(ketetapan harga)
Administrasi
Kontrak
Administrasi
Kontrak dilakukan dalam rangka penjaminan
bahwa kinerja distributor(penjual ) akan memenuhi kebutuhan kontrak yang
disepakati Kontrak adalah hubungan legal (formal) yang tertulis.
SUMBER
http://manajemenproyekindonesia.com/?p=20
http://alvian0612.blogspot.co.id/2011/11/project-human-resource-management.html
http://dhedecrow.blogspot.co.id/2011/11/pengertian-dan-jenis-resiko-dalam.html
http://ariqnikputra.blogspot.co.id/2016/10/penganalan-manajemen-proyek.html
http://yunusskug.blogspot.co.id/2016/10/manajemen-proyek-dan-resiko.html
http://adjinugroho48.blogspot.co.id/2016/10/grup-proses-manajemen-proyek.html
http://pradityaknowledge.blogspot.co.id/2016/10/manajemen-integrasi-proyek-mencakup.html
http://lightspears.blogspot.co.id/2016/10/tugas-manajemen-proyek-resiko.html
https://imammulhakimsite.wordpress.com/2016/10/15/manajemen-waktu/
http://danarilhamprimbodo.blogspot.co.id/2016/10/tugas-softskill-manajemen-proyek-dan.html
http://ihsans-13.blogspot.co.id/2016/10/manajemen-kualitas-soft-skill.html
http://dedenitaa.blogspot.co.id/2016/10/projecthuman-resource-management_15.html
http://hutasuhutjadoli.blogspot.co.id/2016/10/manajemen-komunikasi.html
http://antobourget.blogspot.co.id/2016/10/manejement-proyek-dan-resiko-materi.html
http://dianandikaputra001.blogspot.co.id/
0 komentar:
Posting Komentar